Sabtu, 19 Maret 2011

Stadion Teladan Bisa Seperti Wembley


Stadion Teladan merupakan salah satu aset terpenting dalam pengembangan dan kemajuan industri sepakbola di Medan. Peran sebuah stadion bisa memberikan dampak positif bagi semua elemen masyarakat, khususnya para pecinta dan penggila sepakbola.

Demikian dikatakan Vice President Liga Primer Indonesia (LPI) Regional Sumatera-Aceh, Avian Tumengkol, Selasa (15/3). Kepada Waspada, Avian mengatakan harapannya Pemko Medan dapat mengambil bagian penting untuk memaksimalkan keberadaan stadion kebanggaan PSMS itu.

"Stadion Teladan punya potensi yang luar biasa untuk menjadi persepakbolaan daerah kita di Medan menuju industrialisasi sepakbola. Kontribusi dan industri sepakbola ini bisa menguntungkan semua elemen masyarakat," jelas Avian.
Avian mencontohkan, jika Stadion Teladan dikelola secara profesional dan memberdayakan potensi bisnisnya, hasilnya akan dinikmati oleh masyarakat. Avian menambahkan sudah saatnya Pemko Medan membuktikan keseriusannya memajukan sepakbola di Medan dengan merenovasi stadionnya sehingga bisa menguntungkan para pemangku kepentingan industri sepakbola di daerah.

"Kalau stadion kita bisa memenuhi standar internasional dan semua penonton bisa merasakan kenyamanan dan keamanan, yang untung kan semua masyarakat di Medan. Tidak menutup kemungkinan Teladan bisa jadi semacam Stadion Wembley di Indonesia," terangnya.

Karena itu, diimbau semua elemen turut ambil bagian. Selain pemerintah, para suporter juga harus berperan secara positif untuk memelihara stadionnya hingga petugas kebersihan dan panitia pelaksaan pertandingan harus profesional.

"Dan semua layanan kepada penonton juga profesional. Tentu para pemain akan tampil dengan permainan cantik di hadapan suporternya dan perusahaan swasta dengan sendirinya invenstasi untuk memajukan industrialisasi sepakbola bersama," tegas Avian menambahkan Konsorsium LPI siap membantu dalam hal investasi untuk mendukung pemerintah daerah.

“Kami justru menawarkan kepada pihak Pemko (Medan) untuk memberikan pendanaan renovasi stadion. Investasi ini bertujuan untuk kepentingan bersama, maka saya berharap Walikota berkenan memberikan izin untuk langkah perbaikan ini,” harap Avian.

Menanggapi itu, Walikota Medan Rahudman Harahap menyatakan komitmennya turut mendorong perubahan dan kemajuan dalam rangka mereformasi persepakbolaan daerah di Sumut, khususnya di Medan.
"Ya, saya mendukung semua upaya kemajuan sepakbola kita karena sepakbola ini dapat mempersatukan kita semua menjadi satu keluarga besar. Kondisi Teladan memang sudah menjadi perhatian saya dan demi kenyamanan masyarakat di stadion, Pemko (Medan) akan lakukan renovasi dalam waktu dekat," ungkap Rahudman yang juga pemerhati sepakbola.

Kamis, 17 Maret 2011

Musim ini saatnya bagi PSMS?

MEDAN - Sejak terdegradasi dari Liga Super Indonesia dua musim lalu, PSMS Medan belum juga menemukan cara agar kembali berkompetisi di kasta teratas pesepakbolaan tanah air itu. Gonta ganti pelatih dan sejumlah pemain beken didatangkan namun belum juga berhasil mengangkat prestasi tim. Bahkan Ayam Kinantan hampir terdegradasi musim lalu.
      
Kondisi juga berlanjut di awal musim Divisi Utama 2010/2011 ini. Mengawali start dengan dua kemenangan kandang atas Persitara dan Persikabo, PSMS kembali terpuruk dengan tiga kekalahan beruntun dari tur Acehnya. Kegagalan yang berujung pemecatan terhadap Zulkarnain Pasaribu dan asisten-asistennya.
      
Tim tak lebih baik saat pelatih kenyang pengalaman seperti Rudy Keltjes dihadirkan. Menjalani satu laga yang berujung kekalahan kandang atas Persih, Rudy memilih mundur. Pupuskah mimpi ke ISL?
      
Ternyata tidak. Suharto dan Asistennya Edy Syahputra yang sebelumnya membesut Bintang Medan dihadirkan untuk membenahi tim. Aroma ketidakyakinan pun muncul mengingat Suharto belum punya pengalaman membesut tim untuk kompetisi profesional seperti Divisi Utama.
      
Namun kenyataan berkata lain. PSMS bangkit dan Suharto cs menjawab keraguan dengan sederetan kemenangan. Mulai dari kemenangan atas Persires Rengat (3-0), Pro Titan FC (2-0) yang dilanjutkan dengan menahan imbang PSLS Lhokseumawe dan PSSB Bireuen di laga away menempatkan PSMS di posisi empat klasemen pada akhir putaran pertama.
       
Meski sempat takluk dari Persipasi Bekasi 2-3, PSMS pulang dengan kepala tegak karena menyajikan perlawanan berkualitas. Persita Tangerang pun ditahan imbang 1-1 di kandangnya. Kepercayaan diri berlanjut di Teladan dengan melibas PSSB (3-0), PSLS (1-0) dan terakhir Pro Titan (2-1). Mempertahankan posisi di papan atas, semua pihak pun percaya ini bakal menjadi tahunnya PSMS.
  
Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa meyakini hal itu. Menurutnya ini merupakan musim dimana PSMS patut mendapatkan tiket kembali ke ISL. Tempat seharusnya Ayam Kinantan berada dan bertarung bersama seteru-seterunya Persija, Persib dan lainnya.
   
"Saya pikir ini tahunnya PSMS. Dan hasil positif yang kita raih belakangan ini tetap menjaga peluang kita untuk mencapai ISL. Semua pihak bekerja keras untuk ini baik tim maupun suporter yang selalu mendukung kita," ujar Benny.
      
Namun perjalanan PSMS masih panjang. Dua laga away ke depan Persih dan Persires akan menjadi penjegal langkah PSMS. Selanjutnya, Persiraja, PSAP dan PS Bengkulu yang harus dilewati sebelum akhirnya menutup musim berhadapan dengan Persikabo dan Persitara.
      
"Kita harap terus meraih hasil positif ke depan. Meskipun kita tahu jalan selanjutnya tidak akan mudah," lanjut Benny.

Minggu, 16 Januari 2011

Save Our Kinantan

MEDAN - Kemenangan yang diraih oleh Ayam Kinantan dalam dua laga terakhir yang dua-duanya dimainkan di kandang boleh saja melegakan sebagian pihak. Bahkan mungkin sebagian pengurus mulai mengklaim ini adalah keberhasilan dari “strategi” gonta-ganti pelatih yang dilakukan dalam 8 laga terakhir.

Namun kita harus ingat, PSMS juga menang di 2 laga kandang di awal musim, namun 'keok' di 3 laga tandang selanjutnya yang berbuah “pemecatan’ pelatih bang Zul ke Rudi William Keltjes yang hanya berumur 1 laga yang berakhir dengan kekalahan kandang versus Persih. Selanjutnya, Keltjes digantikan oleh Suharto hingga saat ini.

Dari fakta ini, terlihat bahwa sebenarnya kondisi saat ini tidak lebih baik dibandingkan dengan kondisi awal musim. Strategi gonta-ganti pelatih yang dilakukan oleh pengurus bukanlah hal mendasar menuju perbaikan di tubuh PSMS, bahkan saya diyakini bahwa pengurus juga tahu akan hal ini. Kuat dugaan gonta-ganti pelatih ini adalah untuk mengalihkan perhatian dari hal-hal lain yang lebih dibutuhkan oleh PSMS.

Memasuki musim kedua sejak degradasi ke kasta kedua sepakbola Indonesia, belum terlihat upaya serius dari pengurus untuk mengembalikan PSMS ke tempat yang selayaknya di Liga Super. Tren sepakbola ke arah profesionalisme tidak terasa gaungnya di tubuh PSMS, sponsor yang digadang-gadang dari awal namun realisasinya sampai saat ini tidak ada bahkan untuk sponsor jersey sekalipun.

Praktis saat ini pengurus hanya mengandalkan kucuran dana dari APBD. Kondisi lapangan Stadion Kebun Bunga sebagai tempat latihan juga sangat jauh dari memadai.

Apakah PSMS bisa maju dengan keadaan sekarang? Tidak.
Apakah memang nama PSMS tidak menarik lagi bagi sponsor? Tidak dengan kepengurusan sekarang.
Apakah pengurus sekarang serius mengupayakan PSMS promosi ke Liga Super? Tetap tidak.

Mengapa? Jawabannya silahkan dikaitkan dengan logika sederhana dibawah ini.
Seandainya PSMS promosi ke Liga Super, apa yang terjadi? PSMS akan jadi tim musafir karena Teladan belum lolos verifikasi. Mengingat dalam derby Medan kemarin, PSMS vs Pro Titan, pertandingan sempat dihentikan karena lapangan banjir, dan untuk bersaing di Liga Super, PSMS harus mendatangkan pemain kelas atas.

Kedua hal diatas akan membutuhkan dana yang jauh lebih besar dibandingkan dengan di Divisi Utama. Jatah dana dari APBD akan terkuras untuk operasional.

Sebenarnya pihak Liga Primer pernah menawarkan ke pengurus PSMS untuk ikut LPI dengan suntikan dana jauh lebih besar dan juga renovasi Stadion Teladan, tapi dana harus dikelola secara profesional. Namun pengurus lebih memilih strategi bermuka dua dengan menelurkan Bintang Medan FC yang sebelumnya akan memakai nama Bintang PSMS.

Terlihat dengan kasat mata, mereka tidak ingin kehilangan APBD tetapi juga sekaligus bisa menikmati LPI. Untung saja pihak LPI tidak mengakomodir adanya rangkap jabatan antara pengurus Bintang Medan dan PSMS. Tapi seiring bergulirnya LPI, bukan tidak mungkin ada pengurus PSMS yang coba loncat ke Bintang Medan FC.

Bagi saya pribadi, pengurus PSMS lah yang perlu diperbaiki saat ini, bisa diganti atau yang kedua mengubah paradigma pengurus. Tapi pilihan kedua ini sesuatu hal yang sangat sangat sulit dilakukan. Revolusi kepengurusan PSMS jauh lebih penting dari sekedar gonta-ganti pelatih.

Save Our Kinantan ini dibutuhkan kekuatan untuk mendorong terjadinya revolusi di tubuh pengurus PSMS saat ini. Kekuatan media lokal yang masih menginginkan kejayaan PSMS plus tekanan dari barisan suporter PSMS adalah kekuatan dahsyat apabila disatukan.

Bersatulah PSMS Fans Club, Ultras1950, Smeck Hooligan, Kampak, Persetan dan seluruh pecinta PSMS Medan. Tidak perlu satu bendera, tapi satu paradigma, persepsi dan satu tujuan yaitu mengembalikan kejayaan Ayam Kinantan.

Jumat, 17 Desember 2010

Efek Stadion TELADAN MEDAN




Mengingat historis puluhan tahun silam, PSMS Medan berjaya. Meskipun turun kelas, Ayam Kinantan tetap menawan dan mempesona. Tingkat Nasional, tim kebanggaan kota Medan ini sudah menyandang enam kali gelar juara – semenjak kompetisi resmi PSSI tahun 1951. Bahkan berhasil pula mengambil gelar juara berturut-turut di tahun 1967, 1969 dan 1971. Tak cukup sebagai jawara di tanah air, juga mengukir prestasi di tingkat Asia.

The Killer – julukan lain dari PSMS Medan, mencatat sebanyak lima kali mengikuti kejuaraan di luar negeri. Dalam Turnamen bertajuk Aga Khan Gold tahun 1967 di Dakka Pakistan Timur (Bangladesh, Red), PSMS keluar sebagai juara. Dua gol dari Tumsila menumbangkan klub tuan rumah Mohamaden dengan skor 2-1. Berlanjut di tahun 1977, dalam gelaran Quenn Cup di Bangkok. Sayangnya, anak-anak Medan ini gagal menempuh babak semifinal. Terakhir, PSMS Medan mencatatkan sebagai tim pertama dari Indonesia yang lolos sampai babak 16 besar, di AFC Cup 2009 lalu.Sebuah prestasi yang membanggakan tentunya. Itulah sederetan fakta. Kebenaran dan kebanggaan yang pelan-pelan luntur, akibat menurunnya prestasi.

Prestasi PSMS Medan dimana sebuah zaman, saat Stadion Teladan berdiri megah. Stadion yang layak untuk ditandangi klub – klub dari Asia, seperti Korea, Jepang, Vietnam, Singapura dan Burma. Stadion Teladan yang melahirkan sejarah hingga cerita menarik lainnya. Perseteruan dan perselihan tumbuh di kalangan pemain. Misalnya protes kapten klub Vietst, Nguyen Van Mon. Terkait keputusan wasit Takayama dari Jepang, atas hakim garis Polinandu yang tidak melihat offside pemain PSMS. Ada juga juga perseteruan pemain Korea Selatan dengan anak-anak bola Vietnam Selatan. Belum lagi kericuhan antara Tumsila (PSMS) dan Jacob Sihasale plus Didiek dari Persebaya.
Setelah dibangun menyambut even Nasional PON III 1953 di Sumatera Utara, Stadion Teladan saat itu sangat representative. Tak hanya dari deretan Asia, klub dari Australia dan Belanda hingga Lokomotiv Rusia sekalipun pernah menginjakan kakinya.

Termasuk tim selevel Seri A Liga Italia, Samdoria di tahun 1996, saat melawan tim nasional Indonesia. Tingginya arus kompetisi di Stadion Teladan membuahkan pemain bintang.
Kota Medan menjadi salah satu barometer sepakbola di Indonesia. Tercatat dalam sejarah nama-nama seperti Ramlan Yatim, Manan Laly, Ramli Yatim, Buyung Bahrum, Rasyid, Anwar Daulay, Idris, Jusuf Siregar, Syamsudin, Ahmad Kadir dan Cornel Siahan (PSMS tahun 1950-an). Menyusul terdapat Yuswardi, Muslim, Rudy Siregar, Jamaluddin, Zulham Yahya, Sunarto, Edy Suwardi, Abdul Rahim, Zulkarnaen, Ipong Silalahi dan Nawir Siregar di tahun 1960-an. Berlanjut ke tahun 1987, zamannya Sunardi B dan juga Nobon, Ponirin hingga pemain Parlin Siagian.

Kini waktu terus berjalan. Banyak harapan besar yang diwariskan untuk melanjutkan tradisi hebat tersebut. Sayangnya, harapan itu gagal total. Kota Medan seperti bermimpi dalam kondisi yang tidak tertidur. Berharap berprestasi namun tidak bekerja. Apalagi pasca Badan Liga Indonesia (BLI) memperlakukan proses verifikasi soal infrakstrur Stadion (2008/2009) lalu. Sepakbola Medan mati suri. Beberapa fasilitas penunjang seperti ruang ganti, lampu, rumput tidak sesuai dengan manual untuk menggelar Indonesia Super League (ISL). Stadion Teladan menjadi saksi mati prestasi PSMS.

Kota Medan tidak lagi menjanjikan bagi pemain bola. Banyak pemain memilih berkarir di luar Medan. Satu bukti nyata, adalah pemain yang membawa PSMS ke final 2008 lalu pun ikut kabur. Tanpa magnet besar, Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, Markus Ririhina dan Legimin Rahardjo ada generasi terakhir emas tim berlogo Tembakau ini. Bagaimana untuk kelanjutannya? Siapapun akan kesulitan untuk menjawabnya. Sekalipun anda dedengkot di PSMS. Selentingan nasib PSMS bergantung hasil Pilkada Kota Medan selalu mewarnai.

Itulah sebuah pandangan yang sudah tertanam dari belasan tahun lalu. Akibatnya, sulit mengantungi harapan PSMS bisa bangkit kembali. Apalagi saat ini bermain di level Divisi Utama. Sebuah fakta tambahan yang menyatakan tidak akan ada lagi calon bintang dari PSMS. Sebuah kondisi yang memiriskan hati kita pencinta Ayam Kinantan. Padahal sebelum proses verifikasi, Stadion memberikan efek yang luar biasa. Skuad Merah Putih bermaterikan pemain yang berasal dari Medan. “Kalau waktu dulu main di Medan, bulu kita sudah merinding diluan sebelum bertanding,” kata Rudi Keltjes, pelatih yang pernah merasakan kerasnya atmosfer di Stadion Teladan. Lantas, bagaimana cara mengembalikan kebesaran itu?

Orang-orang selalu mencanangkan program pembinaan. Namun selain itu, ada faktor lain yang sangat menentukan dan sudah terbukti menjadi ikon penting. Infrakstruktur adalah menjadi pendorong utama melahirkan kembali pemain berbakat. Membangun stadion baru atau merenovasi Stadion Teladan memang harus segera dilakukan. Sejarah PSMS puluhan tahun lalu menegaskan, Stadion yang representative melahirkan pemain bintang.. Saat itu Stadion Teladan memberikan efek luar biasa bagi Kota Medan. Membangun atau merenovasi Stadion Teladan adalah hal yang bisa mengangkat moral pemain untuk bergairah naik ke Indonesia Super League (ISL).

Jembatan Oresund Bridge dan Kualanamu.
Kota Medan dan kabupaten Deliserdang tidak terlalu jauh jaraknya. Paling lama dengan 60 menit, bisa saling mengunjungi kotanya masing-masing. Keduanya juga sama-sama memiliki klub professional di Divisi Utama. Medan dengan PSMS, Deliserdang dengan PSDS. Apakah memiliki satu Stadion yang layak tetap tidak menjadi mungkin?

Sebuah niat baik untuk maju dilakukan Denmark dan Swedia. Dua Negara yang dipisahkan oleh selat Oresund membangun sebuah jembatan bersama bernama Oresund Bridge. Kini dua kota metropolitan, Malmo di Swedia dan Copenhagen di Denmark semakin pesat dalam perekonomian. Pembangunan jembatan dianggap sukses. Pembangunan jembatan dengan sepanjang 16 km, dianggap sebuah impestasi yang dapat memajukan negaranya. Begitu juga dengan pembangunan bandara baru pengganti Polonia Medan. Pertanyannya, kenapa harus dipindahkan ke Kualanamu?

Jumlah arus penumpang yang kian membludak, badan pesawat yang semakin besar serta menghindari kecelakaan, menjadi alasan yang tepat bandara yang layak dibangun. Alasan itu menjadi hal yang wajar untuk segera mendapatkan infrastruktur bandara yang layak. Dengan desain sekelas Bandara Internasional, kereta api tujuan Bandara Kualanamu direncanakan akan dioperasikan. Bagaimana dengan Stadion?

Sepakbola juga akan terus mengalami kemajuan. Ribuan anak-anak dari Sumatera Utara tetap bercita-cita menjadi pemain bola. Di satu sisi lagi, dalam jumlah yang sama juga merindukan tontonan yang menarik tersebut. Sepakbola itu tidak pernah mati, selalu beregenerasi. Dengan infrakstruktur stadion yang layak, menghasilkan makna kepuasan. Melahirkan sebuah permainan yang menarik dan nyaman. Selain itu juga mampu meminimalisir tingkat benturan atau cedera pemain.

Selain menjadi sebuah entertaint, stadion yang layak menjadikan ajang beredukasi. Rumput yang berkualias melahirkan permainan yang punya identitas. Medan sebagai kota ketiga terbesar di Indonesia, masih belum memilikinya. Soal Stadion kalah dengan kabupaten di daerah lain, seperti Madiun dan Cirebon atau juga Sleman. Tidak memiliki klub professional, mereka memiliki Stadion yang lebih baik dari Stadion Teladan.

Berpikir Positif Soal Verifikasi
Awal ISL akan dimulai, Stadion Teladan dinyatakan tak lolos verifikasi oleh BLI. Lantas kita selalu membandingkan dengan Stadion lain yang lebih buruk dari Stadion Teladan. Bagaimana dengan Stadion Pendidikan Persiwa di Wamena? Atau Stadion lainnya yang buruk. Pertanyaan itu selalu dihembuskan.

Untuk menjadi lebih baik, jangan membandingkan dengan yang terburuk. Bila ingin maju, membandingkan Stadion yang ada di Kabupaten Wamena bukan solusi. Kita tidak akan menemukan solusi yang brilian dari sana. Terlebih untuk memajukan atau melahirkan pemain sepakbola baru berkualitas dari Medan. Begitu juga dengan cara pikir negativ soal verifikasi yang dilakukan oleh BLI. Menyatakan ada tindakan tidak fair dalam memverifikasi stadion – stadion di Indonesia. Mari berpikir positif, seberapa pentingkah verifikasi itu.

Verifikasi itu bertujuan menyatakan pantas atau tidaknya menjadi tempat pertandingan, khususnya di Indonesiaa Super League (ISL). Penonton bisa menonton dengan nyaman, pemain bisa menunjukan kualitasnya. “Dengan rumput yang bagus, akan kelihatan siapa pemain yang tidak memiliki teknik,” kata Liestiadi, asisten pelatih di Arema Malang. Jika verifikasi itu benar-benar dilaksanakan, akan ada nilai positif dari sana. Sepakbola menjadi menarik. Selain itu, keselamatan 22 pemain yang berlari di lapangan semakin terjamin.

Lihat kenapa gelaran FIFA World Cup atau Piala Dunia lebih dinanti daripada ISL? Padahal, ISL adalah karya sepakbola anak negeri. Kuatnya pesona menjadi alasan utama. Gawean tersebut tak saja menjadi show yang sangat industrialistis. Tapi menjadi ajang pamer seni dan teknik bertanding yang mengundang rasa kagum luar biasa. Itulah salah satu hasil karya pertandingan dengan infrakstruktur yang layak. Sama halnya ketika Stadion Teladan dipenuhi ribuan penonton saat PSMS memperkenalkan permainan rap-rap. Atau juga tendangan pisang Parlin Siagian hingga Marah Halim Cup, dimana sebuah waktu sebelum verfifikasi Stadion diberlakukan.

Demi masa jaya PSMS, siapa pun itu harus berperan jujur dan tulus. Apakah Pemerintah Daerah (pemda), pengusaha hingga masyarakat, harus memiliki komitmen sejati. Selain sebuah impestasi, membangunan atau meronvasi Stadion salah satu cara mengembalikan masa emas PSMS. Faktor financial memang menjadi kendala besar. APBD tak kunjung turun untuk menerenovasi secara keseluruhan stadion dengan berkapasitas 20.000 penonton ini.

Memberanian mencalonkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON), bisa dijadikan salah satu alternatif mendapatkan stadion yang reprensentatif. Mari perduli dengan keberadan Ayam Kinantan. Jangan biarkan PSMS berhenti berkarya di Stadion Teladan.
(Abdi Panjaitan)









Teroris mengenal PSMS?

Senin, 13 Desember 2010

Klasemen Divisi Utama Sementara

LIGA TI-PHONE 2010
No Klub P W D L GD PTS
1 PERSITA 4 3 1 0 9-0 10
2 PSIM 4 3 1 0 7-1 10
3 PS BARITO 6 3 1 2 8-4 10
4 MITRA KUKAR 3 3 0 0 8-0 9
5 PERSIRAJA 3 3 0 0 7-2 9
6 PERSIDAFON 4 3 0 1 7-2 9
7 PERSEMALRA 6 3 0 3 6-3 9
8 PSLS 5 2 2 1 3-4 8
9 PERSIPASI 4 2 1 1 6-1 7
10 PERSIBA BANTUL 3 2 1 0 5-0 7
11 PSAP 3 2 1 0 4-1 7
12 PERSITARA 4 2 1 1 7-5 7
13 PERSEMAN 4 2 1 1 3-1 7
14 PSIR 4 2 1 1 3-2 7
15 PERSIGO 5 2 1 2 5-5 7
16 PERSIKAB 5 2 1 2 4-4 7
17 PSCS 5 2 1 2 2-3 7
18 GRESIK UNITED 3 2 0 1 5-2 6
19 PSS 3 2 0 1 4-2 6
20 PERSIK 4 2 0 2 4-4 6
21 PSSB 5 1 3 1 3-3 6
22 PSBI 4 2 0 2 3-3 6
23 PERSEBAYA 5 2 0 3 5-6 6
24 PERSEKAM 4 2 0 2 5-7 6
25 PSMS 5 2 0 3 4-8 6
26 PERSIPRO 5 2 0 3 2-8 6
27 PROTITAN 5 1 2 2 5-6 5
28 PERSIRAM 4 1 2 1 2-3 5
29 PS BENGKULU 6 1 2 3 4-8 5
30 PERSIKOTA 4 1 1 2 1-2 4
31 PERSERU SERUI 4 1 1 2 4-6 4
32 PSMP 5 1 1 3 4-7 4
33 PERSIH 4 1 1 2 3-7 4
34 PPSM 5 1 1 3 1-6 4
35 PERSIKABO 4 1 0 3 4-5 3
36 PERSIKU 4 1 0 3 3-6 3
37 PSIS 4 1 0 3 2-6 3
38 PERSIS 5 0 2 3 1-11 2
39 PERSIRES 4 0 0 4 1-10 0

Jadwal PSMS 2010/2011

PSMS (2=Kurniawan Dwilianto & Gaston Castano) VS PERSITARA(1=Jaques Evrad) , Hari jum’at tanggal 19 nov 2010
PSMS (2=TriYudha Handoko & Gaston Castano) vs PERSIKABO(1=Salim Alayidrus), Hari selasa , tanggal 23 nov 2010
PERSIRAJA(3=Vagner Luis OG ; Cristian Bekatal[2]) PSMS (0), Hari minggu, tanggal 28 nov 2010
PSAP SIGLI(2=Fery Komul & Saha)vs PSMS(0) , Hari kamis, tanggal 2 Dec 2010
PS.BENGKULU(1=Oh In Kyun) vs PSMS(0) , Hari selasa, tanggal 7 Dec 2010
PSMS vs PERSIH, Hari senin, tanggal 3 jan 2011
PSMS vs PERSIRES, Hari jum’at, tanggal 7 jan 2011
PSMS vs PRO TITAN FC, Hari rabu, tanggal 12 jan 2011
PSSB vs PSMS , Hari jum’at, tanggal 21 jan 2011
PSLS vs PSMS , Hari selasa, tanggal 25 jan 2011
PSMS vs PERSIPASI, Hari senin, tanggal 31 jan 2011
PSMS vs persita, Hari jum’at, tanggal 4 feb 2011
PERSIPASI vs PSMS , Hari jumat, tanggal 4 mar 2011
PERSITA vs PSMS , Hari senin, tgl 7 mar 2011
PSMS vs PSSB, Hari sabtu, tgl 12 mar 2011
PSMS vs PSLS, Hari rabu, tgl 16 mar 2011

KICK OFF TANGGAL 19 NOV 2010

Kamis, 21 Mei 2009



PSMS ... PSMS ...

Coba aja ada 'peracik' team yang tepat pasti gakkan seperti ini nasibmu PSMS.
Team itu terbentuk bukan hanya dari kumpulan pemain tangguh,hebat, dan juga mempunyai skil.
Melainkan kumpulan orang-orang yang sebenarnya mempunyai hati dan niat untuk bermain bagus dan kemajuan team.
Coba saja pemain yang sekarang ini maen dengan dengan hal yang sebelumnya saya utarakan pasti team kita ini gak mungkin bertengger di papan bawah seperi sekarang ini.
Dan yang perlu kita perlu kita ketahui Management PSMS harusnya kita pertanyakan pada saat ini, dimana hampir 80% pengesahan pembelian pemain itu ada ditangan mereka.
Tapi harus kita ketahui juga bahwa tidak bisa kita meyalahkan Management 100% sepenuhnya.
Sebabnya di Liga Super Indonesia mempunyai team-team yang mana pengelolah daripada team-team itu belum mempunyai dana cukup untuk membuat team-team mereka tersebu menjadi team-team yang berkelas dan cukup elit.
Sama halnya dengan pegelolah PSMS sendiri yang tidak mempunyai dana yang besar untuk membuat team kesayangan kita ini untuk menjadi team berkelas dan juga team elit.

Team-team yang berada di Indonesia saat ini belum bisa dibuat jadi suatu industri sepakbola modern seperti yang ada di benua Eropa pada saat ini.
Jadi hal yang mendasar untuk kita jadikan pelajaran agar kita bisa membuat industri sepakbola adalah Management team yang punya tekad ingin menjadi akto di perindustrian sepakbola.
Dengan demikian perindustrian sepakbola itu pasti akan berjalan dengan baik.
Sebab mereka telah memiliki sesuatu yang harus mereka kembang di perindustrian sepakbola tersebut.
Hal yang pertama harus dikembangkan mereka adalah stadion yang memiliki standard.
Itu sudah sangat bagus nanti bagi team yang mereka kelola.
Dan tidak perlu stadion itu ditambahin dengan embel-embel yang lain seperti harus berkualitas ataupun mewah cukup dengan standard yang ada saja.
Kemudian dilanjutkan ketahapan yang lebih sulit lagi yaitu pencarian pelatih dan pemain yang harus bisa mereka prediksi dan mereka perhatikan bahwa pelatih dan pemain tersebut dapat membuat dampak positif dan signifikan kepada team tersebut.
Dan setelah itu tercapai baru mereka harus menkoordinasikan pihak-pihak yang dapat menopang pendapatan dari pada team tersebut.
Dari mulai sponsor sampai dengan penghasilan dari penjualan tiket dan merchandise serta merta mereka juga harus dapat mengatur keuangan team tersebut dari tahap pembelian dan penjualan pemain.
Dan jangan sampai ketinggalan yang mereka harus ketahui keberhasilan team tersebut terdapat nilai 1% dari pihak ketiga yaitu suporter team itu sendiri.
Jadi pihak Management juga harus dapat mengkoordinasikan pihak ketiga tersebut.
Jangan sampai dari nilai sedikit itu dapat memporakporandakan team tersebut.
Nah apabila pengkoordinasian sebuah team dilakukan seperti ini pasti team itu menjadi team yang cukup berkelas dan dapat menyandang predikat team elit di Indonesia ini, bahkan Asia mungkin !.

Sekarang kita balik lagi ke team kita PSMS MEDAN tercinta, apakah teman-teman sekalian merasa Management team kita sudah berada di konteks perindustrian sepakbola yang benar ?
Nah itu adalah pertanyaan yang cukup mendasar yang perlu kita ketahui.
Sebab dari sana lah perjalanan team kita itu dimulai agar dapat berada di tahta tertinggi LIGA DJARUM SUPER INDONESIA.
Coba saja hal itu dapat tercipta dari mulai awal dimulainya perhelatan LIGA DJARUM SUPER INDONESIA tidak mungkin saat ini team kita berada posisi papan bawah.
Tapi apa boleh di buat perhelatan LIGA DJARUM SUPER INDONESIa sudah bergulir dan hampir menyelesaikan dari 3/4 jadwal kompetisi yang di buat oleh PSSI.
Mungkin saat ini team kita harus melakukan pembenahan dari segala faktor yang ada agar dapat menjalankan konteks perindustrian sepakbola yang baik dan benar.

Mungkin teman-teman banyak berkomentar, tapi inilah yang dapat saya perbuat dan ini merupakan ungkapan perasaan hati saya terhadap PSMS tercinta.
Saya tidak ingin melihat PSMS berada di posisi bawah klasemen dan terus terperosok sampai akhirnya terdegradasi.
PSMS harus bangkit.
PSMS kita harus menang.
PSMS kita harus jadi juara.
Bravo PSMS...

Minggu, 18 Januari 2009

Jadwal Liga SUPER Putaran II

Sabtu, 24 Januari 2009

Persijap v Persitara

Minggu, 25 Januari 2009

PSIS v Persita

Sabtu, 31 Januari 2009

Sriwijaya FC v Pelita Jaya

PSMS v PSIS

Minggu, 1 Februari 2009

Persiwa v Persipura

Persija v Persela

PSM v Persijap

Deltras v Persita

Senin, 2 Februari 2009

Arema v Persik

Rabu, 4 Februari 2009

Persita v Persitara

Sriwijaya FC v PSIS

PSMS v Pelita Jaya

Sabtu, 7 Februari 2009

Persela v Persiwa

PSM v Persita

Deltras v Persijap

Minggu, 8 Februari 2009

PSMS v Persik

Sriwijaya FC v Arema

Senin, 9 Februari 2009

Persib v Persipura

Rabu, 11 Februari 2009

Persija v Persiwa

Persitara v PSM

Kamis, 12 Februari 2009

Persiba v PKT

PSMS v Arema

Sabtu, 14 Februari 2009

Persitara v Deltras

Persib v PSM

Minggu, 15 Februari 2009

Pelita Jaya v Persita

PSIS v Persijap

Senin, 16 Februari 2009

Sriwijaya FC v Persik

Rabu, 18 Februari 2009

Persitara v PKT

Persib v Persiba

Sabtu, 21 Februari 2009

Pelita Jaya v Persijap

Minggu, 22 Februari 2009

Persitara v Persiba

Persib v PKT

Senin, 23 Februari 2009

Persela v Persipura

Rabu, 25 Februari 2009

PLAYOFF AFC CHAMPIONS

LEAGUE (PSMS)

Sabtu, 28 Februari 2009

Persik v Persiwa

Arema v Persipura

Minggu, 1 Maret 2009

PSM v PSIS

Deltras v Pelita Jaya

Persita v Sriwijaya FC

Senin, 2 Maret 2009

Persijap v PSMS

Persiba v Persela

PKT v Persija

Kamis, 5 Maret 2009

Persita v PSMS

Persijap v Sriwijaya FC

Sabtu, 7 Maret 2009

Persiba v Persija

PKT v Persela

Deltras v PSIS

Minggu, 8 Maret 2009

PSM v Pelita Jaya

Arema v Persiwa

Senin, 9 Maret 2009

Persik v Persipura

Selasa, 10 Maret 2009

LCA: Sriwijaya FC v Seoul FC

Rabu, 11 Maret 2009 a

LCA: Shanghai Shenhua v PSMS/

Armed Forces/Pea

Sabtu, 14 Maret 2009

Arema v Persela

PSIS v Persitara

Minggu, 15 Maret 2009

Persipura v Persiba

Persiwa v PKT

Persik v Persija

Senin, 16 Maret 2009

Pelita Jaya v Persib

Selasa, 17 Maret 2009

LCA: Shandong v Sriwijaya FC

Rabu, 18 Maret 2009

LCA: PSMS/Armed Forces/Pea v

Suwon Samsung Bluewings

Kamis, 19 Maret 2009

Persiwa v Persiba

Persipura v PKT

Sabtu, 21 Maret 2009

Pelita Jaya v Persitara

PSIS v Persib

Minggu, 22 Maret 2009

Sriwijaya FC v PSM

PSMS v Deltras

Senin, 23 Maret 2009

Arema v Persija

Rabu, 25 Maret 2009

PSMS v PSM

Sriwijaya FC v Deltras

Sabtu, 28 Maret 2009

Persiba v Arema

PKT v Persik

Persiwa v Pelita Jaya

Persipura v PSIS

Persitara v PSMs

Persib v Sriwijaya FC

Minggu, 29 Maret 2009

Persela v Deltras

Persita v Persijap

Senin, 30 Maret 2009

Persija v PSM

Rabu, 1 April 2009

PKT v Arema

Persipura v Pelita Jaya

Persiba v Persik

Persiwa v PSIS

Persib v PSMS

Persitara v Sriwijaya FC

Sabtu, 4 April 2009

Persela v PSM

Minggu 5 April 2009

Selasa, 7 April 2009

LCA: PSMS/Armed Forces/Pea v

Kashima Antlers

Rabu, 8 April 2009

LCA: Gamba Osaka v Sriwijaya FC

Kamis, 16 April 2009

Persija v PSMS

Sabtu, 18 April 2009

Persijap v Persib

Minggu, 19 April 2009

Persik v Persela

Senin, 20 April 2009

Persija v Deltras

Selasa, 21 April 2009

LCA: Sriwijaya FC v Gamba Osaka

Rabu, 22 April 2009

LCA: Kashima Antlers v PSMS/

Armed Forces/Pea

Rabu, 22 April 2009

Persita v Persiwa

Sabtu, 25 April 2009

Deltras v Persik

Persijap v Persipura

Minggu, 26 April 2009

PSIS v Persela

Persita v Persib

Sriwijaya FC v PKT

Senin, 27 April 2009

PSM v Arema

PSMS v Persiba

Pelita Jaya v Persija

Kamis, 30 April 2009

Sriwijaya FC v Persiba

PSMS v PKT

Persijap v Persiwa

Sabtu, 2 Mei 2009

Deltras v Arema

Persita v Persipura

PSM v Persik

Minggu, 3 Mei 2009

Pelita Jaya v Persela

Persitara v Persib

Senin, 4 Mei 2009

PSIS v Persija

Selasa, 5 Mei 2009

LCA: PSMS/Armed Forces/Pea v

Shanghai Shenhua

Rabu, 6 Mei 2009

LCA: Seoul FC v Sriwijaya FC

Kamis, 7 Mei 2009

Persipura v PSM

Persiwa v Deltras

Sabtu, 9 Mei 2009

Arema v Persib

Persik v Persitara

Minggu, 10 Mei 2009

Persija v Sriwijaya FC

Persela v PSMS

Senin, 11 Mei 2009

Pelita Jaya v PSIS

Persiwa v PSM

Persipura v Deltras

Selasa, 12 Mei 2009

PKT v Persita

Persiba v Persijap

Kamis, 14 Mei 2009

Persela v Sriwijaya FC

Sabtu, 16 Mei 2009

Persiba v Persita

PKT v Persijap

Persik v Persib

Minggu, 17 Mei 2009

Arema v Persitara

Persija v Persipura

Selasa, 19 Mei 2009

LCA: Suwon Samsung v PSMS/

Armed Force/Pea

Rabu, 20 Mei 2009

LCA: Sriwijaya FC v Shandong

Rabu, 20 Mei 2009

Persib v Persiwa

Persitara v Persipura

Kamis, 21 Mei 2009

Deltras v Persiba

PSM v PKT

PSIS v Arema

Pelita Jaya v Persik

Persijap v Persija

Persita v Persela

Sabtu, 23 Mei 2009

PSMS v Sriwijaya FC

Persitara v Persiwa

Minggu, 24 Mei 2009

Deltras v PKT

Pelita Jaya v Arema

Persijap v Persela

Persita v Persija

Senin, 25 Mei 2009

PSM v Persiba

PSIS v Persik

Sabtu, 30 Mei 2009

Persib v Deltras

Sabtu, 6 Juni 2009

Arema v Persita

Persik v Persijap

Minggu, 7 Juni 2009

Persija v Persitara

Persela v Persib

Senin, 8 Juni 2009

Persipura v PSMS

Persiwa v Sriwijaya FC

Persiba v Pelita Jaya

PKT v PSIS

Sabtu, 13 Juni 2009

Persiwa v PSMS

Persipura v Sriwijaya FC

PKT v Pelita Jaya

Persiba v PSIS

Persik v Persita

Arema v Persijap

Persela v Persitara

Persija v Persib

Deltras v PSM

Rabu, 17 Desember 2008

Hasil Putaran I 2008/2009

  1. 13/07/08; home vs Persiwa 2 - 2 (2 - 1) Goal: Affandi (6), Zada (28)
  2. 21/07/08; home vs Persipura 0 - 1 (0 - 0) Goal: -
  3. 06/08/08; home vs Persija 0 - 2 Goal: -
  4. 10/08/08; home vs Persela 0 - 1 Goal: -
  5. 16/08/08; away vs Persiba 1 - 2 (0 - 1) Goal: Asri Akbar (52)
  6. 23/08/08; away vs PKT 0 - 0 Goal: -
  7. 13/09/08; home vs Persib 1 - 1 (1 - 1) Goal: Makinwa (38)
  8. 16/09/08; home vs Persitara 1 - 1 (1 - 0) Goal: Andersson
  9. 20/09/08; away vs PSM 1 - 1 (0 - 0) Goal: Andersson (90)
  10. 25/09/08; away vs Deltras 1 - 1 (0 -0) Goal: Bastos (47)
  11. 6/10/08; away vs Pelita Jaya 2 - 1 (0 - 1) Goal: Bastos, Affandi
  12. 09/10/08; away vs PSIS 1 - 1 (1 - 0) Goal: Zada (27p)
  13. 14/10/08; home vs Persita 2 - 2 (0 - 1) Goal: Bastos (58), Zada (90+2p)
  14. 17/10/08; home vs Persijap 1 - 2 (0 - 1) Goal: Pato (77)
  15. 22/10/08; away vs Arema 3 - 4 (2 - 1) Goal: Zada (3,38,86p)
  16. 27/10/08; away vs Persik 2 - 1 (0-1) Goal: Affan Lubis (16)
  17. 01/11/08; away vs Sriwijaya FC ... - ...

Squad 2008/2009

No. Posisi WN Nama Pemain Klub Asal Tempat/Tanggal Lahir
30 GK Ekwan Roy Sandi Persiwa Medan, 31 Agustus 1988
1 GK Zul Bahra Persiraja Langsa, 20 Januari 1986
20 GK Galih Sudaryono PSS Semarang, 14 Januari 1987
19 D LC Andriansyah Arema Banda Aceh, 12 Juli 1983
4 SW/D C Bambang Tri Sanjaya PSDS Medan, 26 Juni 1986
14 D C Andrie Yoga PSS Banda Aceh, 1 Agustus 1982
3 D C Fadli Hariri Persmin Medan, 16 Maret 1985
5 D C Patricio Antonio Jimenez, Pato Persib Chile, 23 Juni 1975
6 DC Aun Carbiny Medan Jaya Medan, 9 Mei 1984
15 D/M C Syahroni Persibom Tangerang, 20 September 1982
11 D R Asri Akbar Semen Padang Takalar, 29 Januari 1984
23 D/WB R Hendra Saputra Persibom Idi, 6 Juni 1982
18 WB R Doddy Cahyadi Persiraja Tanjung Balai, 2 Februari 1983
21 D M Sugianto Persibom Medan, 2 September 1981
2 D M Erwinsyah "Monang" Hasibuan PSMS Medan Medan, 17 Maret 1986
26 M C Rachmadani F. Persibom Bandung, 30 Mei 1984
8 AM R Muhammad Affan Lubis Persikabo Pematang Siantar, 10 April 1978
7 M C Mukhlis Sawang PSSB Bireun Lhokseumawe, 19 September 1983
... M C Ronny Rowanda Persiter
... AM R Elie Aiboy Selangor FC Jayapura, 20 April 1979
17 AM C Leonardo Martins Dinelli, Zada LD Alajuelense Barra do Pira, Brazil, 21 Mei 1977
22 AM C Fabricio Bastos Pereira Persiba
10 ST Anderson Ribeiro Pereiro Klaksivikar Itrottarfellag 15 April 1980
... ST Henry Olufosoye Makinwa Gretna FC Lagos, Nigeria, 6 November 1977
16 ST Rachmat Affandi Persikabo Jakarta, 5 April 1984
... ST Dicky Gautama Persikabo
9 ST Andika Yudhistira PSMS Medan, 11 April 1986